Sabtu, 14 April 2012


IKHTISAR PERJALANAN CINTA KASIH ALLAH 
( Sekilas Menjawab pertanyaan mengenai penyebutan BAPA, PUTERA dan ROH KUDUS )

Oleh : Pdt Peter BS/HM

Perjalanan cinta-kasih Allah sangat indah. Iman dibumi ini ibarat tanaman, yang ditanam pada awal jaman dan ditauai pada akhir jaman. Iman di bumi juga ibarat perjalanan hidup seorang anak manusia  yang lahir, kanak-kanan, akil balik, dipertunangkan, dewasa dan siap Nikah.

ALLAH BAPA

Sebetulnya Allah itu Esa dan Tunggal, tetapi dalam rangka membimbing umatNya, Allah tampil dalam Tiga Pribadi :

1.Ketika Iman di bumi Kanak-kanak maka Allah tampil   sebagai Bapa , maka timbullah  sebutan Allah Bapa.

2.Ketika Iman di bumi Akil balik maka Allah tampil membimbing umatnya sebagai Sahabat, Inilah yang disebut dengan Allah Sang Putra / Yesus.

3.Ketika Iman di bumi dewasa dan siap nikah rohani maka Allah Tampil sebagai Roh kudus yang masuk dan memenuhi hidup orang kristen.

Allah Bapa adalah Allah yang tampil dalam dalam kitab-kitab Perjanjian Lama. Ibarat perjalanan hidup seorang gadis perempuan maka iman di bumi dalam Perjanjian Lama adalah Usia kanak-kanak. Kitab Perjanjian Lama adalah aturan-aturan dari Allah yang tampil sebagai Bapa, untuk membimbing iman yang masih kanak-kanak.

Kitab-kitab Perjanjian Lama adalah aturan–aturan Bapa kepada Anak. Oleh karena itu Kitab Perjanjian lama berisikan komando-komando keras dengan aturan-aturan ,” harus-begini, harus-begitu”. Seorang anak memang harus dididik dengan cara demikian.

Misalkan dalam kehidupan keluarga Kristen, seorang bapa harus memberikan aturan-aturan keras kepada anak-anaknya. Supaya seorang kanak-kanak terlindung dari bahaya-bahaya yang belum diketahuinya.

Allah yang tampil sebagai Bapa juga memberikan aturan-aturan rohani yang keras kepada anak-anaknya. Dan aturan-aturan keras itu dekenal dengan hukum Taurat. Allah yang tampil sebagai Bapa ini berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama, mulai dari jaman Adam hingga jaman nabi Maleakhi. Selama itu pula dari pandangan Allah iman di bumi masih dalam masa kanak-kanak. ( lahir hingga menjelang dewasa /akil-balik ).

Seperti Bapa sayang kepada anak-anaknya demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. 
( Mazmur 103; 13 )

Oleh karena itu selanjutnya orang Kristen mengenal sebutan Allah Bapa yaitu pengenalan kita selama iman kita kanak-kanak. Karena bila iman seseorang itu kanak-kanak terus , tidak bertumbuh maka dia selalu akanmenemui aturan-aturan keras dari Allah, bahkan terkadang cambukan-cambukan. Misalkan orang Kristen kanak-kanak rohani belum mau datang beribadah kepada Allah kalau belum dicambuk dahulu. Dan cambukan Allah bisa berupa sakit-penyekit, kebangkrutan, dan berbagai macam kesulitan hidup.

Siapa tidak menggunakan tongkat benci kepada anaknya, tetapi siapa mengasihi anaknya menghajar dia pada waktunya ( Amsal 13; 24 )

Jangan menolak didikan dari anakmu ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan. Engkau memukulnya dengan rotan tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati ( Amsal 23 ; 13-14 )

Demikianlah prinsip-prinsip Allah untuk mendidik umatnya semasa iman masih kanak-kanak.

Jadi pengertian dari Allah Bapa secara umum menunjukkan kepada penampilan Allah di jaman Perjanjian Lama, ketika iman di bumi masih kanak-kanak.

ALLAH TAMPIL SEBAGAI SAHABAT

Setelah iman di bumi dipandang Allah sudah menganjak masa akil-balik, dan mulai dewasa rohani maka Allah tidak lagi tampil sebagai Bapa. Melainkan Allah mengimbanginya dan tampil lebih dekat lagi laksana seorang sahabat yang mengasihi.

Allah yang tampil sebagai sahabat adalah Yesus / Sang Putera. Di tampil langsung di bumi menjadi sahabat untuk manusia-manusia yang dikasihiNya.

Ketika tampil sebagai sahabat maka Dia tidak lagi mendidik dengan komando-komando keras dan kasar, tetapi Dia mendidik umatNya dengan lembut melalui bahasa kasih. Seorang sahabat tidak akan melukai hati orang yang dikasihinya dengan bentakan-bentakan komando keras.

Aturan-aturan lembut dari Allah inilah yang disebut ajaran cinta kasih Allah. Inilah amanat yang ada di dalam Kitab Injil, amanat yang dibawa oleh Tuhan Yesus Sahabat yang baik.

Inilah perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi , seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang meberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya .( Yohanes 15; 12-13 )

Setelah iman di bumi menganjak dewasa maka tiba saatnya bagi Allah untuk mengajarkan cinta-kasih. Allah tidak tampil kasar lagi kepada umatNya. Bahkan dalam Perjanjian Baru Allah tampil sebagai sahabat yang mengasihi.

Allah yang tampil sebagai sahabat ( Sang Putera ) ini juga mengeluarkan aturan-aturan yang dinamakan Kitab Injil ( ajaran Injil ) yang merupakan sabda dan perkatan Tuhan Yesus. Di Dalam Kitab Injil diajarkan mengenai cinta kasih Allah.

IMAN DI BUMI DIPERTUNANGKAN

Setelah iman di bumi dewasa dan mantap menerima ajaran cinta-kasih. Selanjutnya Al Kitab menyebut bahwa ada saatnya untuk dipertunangkan;

Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. ( 2 Korintus 11; 2 )

Pertunangan ilahi maksudnya adalah terjadinya ikatan yang kuat antara Allah dengan jemaatNya. Jemaat sebagai pihak wanita ( tubuh ) dan Allah sebagai pihak laki-laki ( Kepala ).

Orang yang secara rohani dipertunangkan adalah orang yang sudah dewasa rohani dan dikhususkan untuk Allah. Artinya jangan lagi terpikat oleh dosa-dosa dunia, seperti Hawa dahulu yang diperdaya ular. Jemaat yang dipertunangkan adalah jemaat yang mempersiapkan diri untuk memberikan diri kepada Allah sepenuhnya, dengan cara menghindari perbuatan-perbuatan dosa. Dosa itulah yang sering-kali membuat Allah cemburu. Iblis biang keladi pembuat dosa dimata Allah ibarat laki-laki asing atau seperti ular yang dahulu memperdaya Hawa.

Sebagai bukti pertunangan ilahi antara Allah dengan jemaatNya adalah Roh Kudus. Roh Kudus itu seperti cincin meterai yang menandai bahwa seseorang adalah milik Allah.

Di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagi kita sampai kita memperoleh seluruhnya,yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaanNya. (Efesus 1;13-14)

Apabila seseorang dimeteraikan oleh Roh Kudus, maka dia seperti mengenakan cincin meterai. Dia akan selalu mengingat Allah dimanapun dia berada, sehingga dia tidak akan terpancing untuk melakukan perbuatan dosa. Seperti layaknya seorang wanita yang mengenakan cincin tunangan, dia akan selalu ingat kepada kekasihnya dan tidak akan terpancing untuk berkhianat.

Kasih yang terjadi lewat pertunangan ilahi ini sangat kuat dan pernah dinubuatkan oleh Raja Salomo ;

Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut ,kegairahannya gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api Tuhan ! 
( Kidung Agung 8; 6 )

Roh Kudus dicurahkan oleh Allah untuk menjadi meterai yang dikenakan umatNya. Roh Kudus dicurahakan supaya jemaat memiliki kesetiaan pada saat penantian. Untuk menjadi penghibur saat-saat menghadapi kesulitan hingga Tuhan datang.

ALLAH TAMPIL SEBAGAI MEMPELAI

Setelah melalui perjalanan cinta-kasih yang cukup panjang maka tiba saatnya diakhir jaman, Allah akan tempil sebagai mempelai. Dia tidak lagi seperti Bapa yang keras dan kasar mendidik anaknya. Dia juga tidak lagi seperti sahabat dekat yang mengasihi. Tetapi Dia akan tampil sebagai Allah yang sangat dekat pada kita, dan menjadi bagian dari hidup kita. Dia akan tampil sebagai Mampelai Pria Surga dan jemaatNya akan disebutNya sebagai Mempelai Wanita Anak Domba Allah

“Marilah kita bersuka-cita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia ! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantinnya telah siap sedia”
( Wahyu 19; 17 )

Berkat mempelai adalah berkat terbesar bagi semesta alam, berkat yang belum pernah diterima oleh orang-orang suci terdahulu ( para nabi dan rasul ). Dan hanya terjadi satu ketika pada orang-orang tertentu diakhir jaman. Berkat mempelai ini adalah berkat yang Dia berikan kepada orang-orang yang akan dibimbingnya hingga tidak mengalami kematian tubuh dan masuk pengangkatan. Berkat ini disediakan bagi orang-orang bijak yang mencintai rahasia Firman Allah.

Mempelai adalah orang-orang yang paling dekat dengan Allah. Kemuliaan mempelai lebih besar daripada kemuliaan seorang anak. Kemuliaan mempelai lebih besar daripada kemuliaan sahabat. Lewat kegerakan penuaian ini jemaat Kristen akan dibentuk oleh Firman Allah menjadi alatNya yang penuh kemuliaan dan berkat Allah.

Dengan mengerti penampilan Allah disepanjang jaman, orang akan menjadi bijaksana dan tahu waktu untuk secepatnya mempersiapkan diri menyongsong kedatangan Tuhan.

SALAM PENUAIAN, TUHAN YESUS MEMBERKATI !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar