Jumat, 13 April 2012


Uang itu memiliki "NYAWA"
Oleh : Pdt Peter BS/HM

………Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu. Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang yang tidak menyembah patung binatang itu dibunuh. Dan ia menyebabkan sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya  ( Wahyu 13 ; 14 – 17 )

          Al Kitab menubuatkan akan munculnya suatu berhala hebat di akhir jaman yang akan mengakibatkan semua orang sujud kepadanya.  Berhala ini akanmengikat dan menambat hati manusia sehingga manusia melupakan Allah. Berhala ini begitu kuat membius mambuat manusia lupa segalanya. Memang secara lahiriah tidak kelihatan, kalau sekarang ini mulai terjadi pemberhalaan besar-besaran.

          Ayat-ayat di atas menggambarkan betapa hebatnya patung berhala tersebut akan berjaya diakhir jaman. Patung berhala ini sangat erat kaitannya dengan urusan jual-beli, bahkan merupakan suatu alat mutlak untuk terjadinya transaksi jual beli. Dan karena patung berhala ini maka semua orang; besar-kecil, tua-muda, kaya-miskin,orang merdeka atau hamba akan terikat dan diperalat olehnya.

          UANG…. Merupakan suatu patung berhala yang harus diwaspadai. Uang adalah suatu benda sederhana yang biasa dibuat dari kertas atau logam. Saat ini uang mengambil peran yang sangat penting dalam kehidupan dimuka bumi ini. Dengan uang manusia memperoleh makanan, pakaian, dan berbagai macam sarana hidup lainnya.

          Selain menjadi benda yang sangat dibutuhkan, ternyata uang juga dijadikan sebagai alat penghancur oleh iblis. Bahkan akar segala kejahatan dan yang menggerakkan berbagai macam kekejian di bumi ini adalah uang.
         
Karena akar segala kejahatan adalah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. ( 1 Timotius 6 ; 10 )

          Berhala jual-beli yang namanya uang  ini memang mengandung getaran kekuatan iblis ( nyawa; Wahyu 13;15 ) bila tidak dikuduskan dihadirat Allah. Oleh karena itu dengan terang Kitab Wahyu menuliskan bahwa patung berhala ini memiliki nyawa, dan yang memberi nyawa adalah iblis. Contohnya; jika seseorang melihat uang, maka seolah-olah uang itu berbicara, dan mengilhami manusia yang melihatnya. Jika yang melihatnya bermental pencuri maka uang itupun berkata “ oyo mencuri!, ayo mencuri!”. Jika yang melihat seorang yang berhati koruptor maka  uang itupun berkata “ayo korupsi!, ayo korupsi!”. Jika yang melihat uang itu seorang penjahat maka uang itupun mengajaknya untuk melakukan kejahatan. Dan bila uang itu dipegang oleh seorang pezinah maka uang itupun berbisik dan mengajak untuk melakukan perzinahan. Bahkan sekalipun uang itu dipegang oleh orang baik-baik,  tetapi selalu saja mengilhami dan memerintah pemiliknya.

          Inilah patung berhala akhir jaman yang bernyawa, dan kekuatannya mampu menimbulkan kehancuran, kerusakan, kenajisan di muka bumi ini.

          Nyawa dan getaran gaib yang ada di dalam patung berhala yang namanya uang ini ditiupkan oleh iblis.;

Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang yang tidak menyembah patung binatang itu dibunuh ( Wahyu 13;15 )

          Uang berbicara, mengilhami berbagai macam tindakan manusia sehingga orang yang tidak mau sujud/ diperalat oleh uang akan digilas oleh kejahatan jaman.

          Kalau pada jaman dahulu, iblis menakut-nakuti manusia dan menghancurkan manusia dengan menyusup dalam benda-benda tertentu seperti ajimat-ajimat. Tetapi bagaimana  sekarang bila iblis menyusup pada satu benda yang namanya uang ?. Jika iblis menyusup dalam benda-benda lain misalkan patung-patung, ajimat-ajimat dan benda-benda lain yang dikultuskan, maka gampang cara menghancurkannya. Disembahyangkan, dibakar dalam nama Yesus, maka roh-roh jahat yang menghuni benda-benda itu akan pergi.

          Akan tetapi bagaimana kalau sekarang ini nyata-nyata iblis menyusup pada benda yang namanya uang ?. Memang cara kerja iblis yang menyusup dalam benda yang namanya uang ini sangat lembut, cerdik dan licik. Dan mungkin kalau ada orang diberitahu bahwa didalam uangnya mengandung nyawa dan getaran jahat si iblis,orang sulit percaya bahkan bisa jadi marah-marah.

          Kalau iblis menyusup pada benda yang namanya uang, apakah orang berani berteriak-teriak keras, “ bakar saja !, hancurkan saja!, lebur saja !”, seperti ketika orang menghadapi iblis yang menyusup  pada benda-benda berhala / patung atau ajimat-ajimat ?

MENTAHIRKAN UANG
           
          Memang uang kalau dipegang oleh orang Kudus akan menjadi kudus dan tahir. Supaya harta/uang itu tahir, maka ada cara-cara Al Kitabiah yang harus diketahui.

          Uang itu memang suatu berhala yang apabila tidak ditahirkan di mezbah Allah, hanya akan menimbulkan kejahatan dan kecemaran saja. Uang yang tidak ditahirkan di mezbah Allah akan disusupi oleh getaran nyawa iblis yang senantiasa mengilhami kejahatan.

          Oleh karena itu di dalam Kekristenan diajarkan uang / harta itu sebagaian harus dikorbankan untuk mezbah Allah baik melalui persembahan persepuluhan, persembahan buah sulung, persembahan tatangan, dan persembahan-persembahan yang lain.

          Adapun maksud dari persembahan-persembahan itu adalah supaya berkat yang kita terima itu tahir, suci dari pengaruh-pengaruh iblis. Dan selanjutnya mengilhami seseorang untuk berbuat kebenaran dan kebajikan.

          Harta/uang yang tahir akan membawa pemiliknya dan mengilhami pemiliknya untuk berbuat baik dan benar bagi kemuliaan Allah. Tetapi harta / uang yang tidak tahir akan mengilhami pemiliknya untuk melakukan kejahatan dan kenajisan.

          Bila kita melihat krisis moneter yang melanda dunia saat ini, dari pandangan rohani maka akan kita lihat bahwa iblis benar-benar mulai menguasai dunia. Dengan menggunakan berhala uang, iblis telah berhasil mempecundangi ratusan juta manusia. Manusia resah gara-gara uang, manusia kehilangan perdamaian gara-gara uang. Dan dibalik itu semua iblis bekerja ingin menghancurkan manusia.

          Al Kitab mencatat suatu saat kelak akan terjadi “ patung mata uang” bagi dunia. Satu “berhala” mata uang bagi dunia nanti saat jaman antikrist terjadi. Satu mata uang inilah yang di dalam Kitab Wahyu 13;15-18  ditulis sebagai patung berhala yang harus disembah oleh seluruh manusia dimuka bumi. Dan orang yang tidak mau tunduk oleh berhala jual-beli itu akan dibunuh oleh himpitan kesulitan jaman antikrist.

          Krisis moneter yang terjadi akibat perbedaan nilai tukar mata uang-mata uang di dunia nanti akan memicu timbulnya mata uang tunggal. Dan bila ini terjadi maka tandanya kedatangan Tuhan  sudah semakin dekat.


SUJUDLAH KEPADA TUHAN DAN JANGAN SUJUD KEPADA BERHALA

          Dijaman sekarang orang memang tidak menyembah kepada uang/berhala. Namun lewat perbuatan dan kepikirannya menunjukkan bahwa manusia telah terlibat pemberhalaan secara rohani. Manusia melakukan segala sesuatu,memikirkan segala sesuatu karena digerakkan oleh uang. Inilah bentuk sujudnya manusia kepada uang. Dalam bahasa Kitab Wahyu orang yang menyembah uang ini dilukiskan bahwa didahi dan ditangannya ada tanda khusus.

Dan ia menyebabkan sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba diberi tanda pada tangan kananya atau pada dahinya.( Wahyu 13;16 )

Tanda di dahi dan tangan ini adalah ungkapan dari orang yang sujud atau diperalat oleh patung berhala uang yaitu lewat dahi / kepikiran dan tangan / perbuatannya. Lewat kepikiran dan perbuatannya akan diketahui apakah orang itu bersujud kepada uang atau tidak. Bila ternyata uang itu  “memerintah” seseorang untuk melakukan apa saja berarti orang tersebut diperbudak oleh uang.