Selasa, 10 April 2012


10 HUKUM UTAMA PERJANJIAN BARU

(Manajemen Tubuh Sebagai Bait Suci; Ibarat Kesepuluh Jari Tangan Kita )


Oleh: Pdt Peter BS/HM


1.    DAMAI ( Matius 5:21-26 )

“Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu  di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu  terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu” ( Matius 5: 23-24 )

          Ada beberapa prinsip hukum utama dalam perjanjian baru diantaranya adalah damai. Setiap orang Kristen yang hidup dan beribadah dengan benar akan memiliki damai dalam hidupnya. Perdamaian adalah sesuatu yang amat mahal harganya. Damai artinya memberi maaf dan memberi ampunan. Masyarakat dikatakan hidup damai bila di dalamnya ada rasa saling pengertian, mau menerima kekurangan orang lain kemudian mau memberi pengampunan. Keluarga yang damai adalah keluarga yang di antara anggota-anggotanya siap menerima baik kekurangan maupun kelebihannya dan siap memberi ampun bila ada yang bersalah.

  Damai lebih tinggi nilainya daripada keadilan. Bila orang mencintai perdamaian maka Tuhan Dimuliakan sebab DIA RAJA DAMAI. Akan tetapi bila orang ngotot mencari keadilan maka yang akan terjadi adalah gontok-gontokan dan ujung-ujungnya adalah PENGADILAN menjadi laris. Dan pada dasarnya di dunia ini tidak pernah ada hakim yang sempurna dalam keadilan.

  Kedamaian menjadi SATU CIRI UTAMA yang harus dimiliki orang Kristen. Biarlah orang-orang duniawi ribut mencari keadilan kesana-kemari dalam berbagai hal. Mereka mencari keadilan dan akan berujung kepada PENGADILAN. Baik pengadilan secara duniawi atau Pengadilan setelah hari akhir yaitu pengadilan tahta putih / pengadilan arasy putih ( Wahyu 20: 11-15 ). Dan setiap orang yang diadili akan dihukum.

        Tetapi orang Kristen adalah orang yang mengutamakan Perdamaian dan orang yang yang berdamai tidak akan dihukum. Bila kita berdamai dengan sesama maka kita tidak akan kena hukuman dunia. Dan bila kita berdamai dengan Allah kita tidak akan terkena hukuman kekal (neraka )

2.    SUCI

            Orang Kristen yang beribadah dan tergembala dengan benar juga akan mengutamakan kesucian hidup terutama kesucian dalam berumah-tangga.

“Kamu telah mendengar Firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” ( Matius 5 :27-28 )

Kesucian itu tidak bisa diperoleh hanya dengan mencuci badan, kaki atau tangan saja. Bila orang mencuci muka, kaki, tangan atau bahkan mandi keramas sekalipun, bila pikiran dan perbuatannya masih kotor maka dia tidak akan suci. Apa gunanya orang yang tiap hari mandi keramas, rajin cuci tangan dan kaki namun juga rajin berzinah, suka menipu orang, suka membenci orang. Bukankah seorang pezinah ( pelacur ) juga berbuat begitu. Rajin mandi, keramas bahkan mereka nampak bersih-bersih dan menggoda.

            Jadi sesungguhnya kesucian itu berangkat dari dasar hati nurani. Orang yang belum mandipun bila memiliki hati yang suci doanya akan didengar Allah (ini bukan menganjurkan untuk tidak mandi lho!!). Orang yang memiliki hati nurani yang suci akan membentuk kepribadian yang baik, dan karakter yang baik. Alangkah baiknya bila seseorang memiliki kesucian dan kebersihan lahir batin.

3.JUJUR (Matius 5:33-37 )
           
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat. ( Matius 5:37 )

Orang yang beribadah dan tergembala dengan benar juga akan memiliki sifat kejujuran dalam hidupnya. Kejujuran terhadap Allah untuk mengakui dan bertobat dari dosa-dosanya. Dan kejujuran terhadap sesama untuk mengakui kesalahan sehingga tidak menimbulkan permusuhan.

            Untuk meyakinkan segala sesuatu janganlah dengan suka mengobral sumpah serapah; demi ini dan demi itu….Tetapi biasakan saja dengan berkata jujur berkata ya atau tidak atau diam bila tidak tahu harus menjawab bagaimana.

         Kejujuran akan membawa seseorang kepada karier dan kesuksesan besar. Sebab bukan dengan kebohongan kesuksesan itu akan dicapai tetapi dengan kejujuran. Banyak orang mengira bahwa dengan berbohong orang akan sukses, dengan bohong orang akan beruntung, dengan bohong orang akan memperoleh kedudukan, dengan berbohong orang bisa selamat dan sebagainya.

         Akan tetapi sesungguhnya kedudukan, kesuksesan yang diperoleh dari kebohongan adalah kedudukan atau kesuksesan yang sangat rapuh. Sebaliknya kedudukan dan kesuksesan yang diperoleh dari kejujuran adalah kedudukan dan kesuksan yang berakar kuat.

            Bila kita membiasakan hidup jujur maka segala macam ketidak-jujuran akan dibukakan Tuhan dihadapan kita. Tetapi bila orang terbiasa hidup tidak jujur, bersumpah palsu. Maka dia juga akan banyak menemui kepalsuan dalam hidupnya. Akan banyak dibohongi orang.


4     KEMURAHAN HATI ( Matius 5:38-48 )

Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu , serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil ( Matius 5:40-41 )

      Prinsip selanjutnya dari hukum-hukum perjanjian baru adalah : Kemurahan hati. Perintah secara detailnya ditulis dalam Matius 5: 38- 48.

    Di dalamnya mengajarkan kepada orang yang beribadah dengan benar agar memiliki perasaan yang penuh belas kasihan dan murah hati.

     Setiap kali kita mempraktekkan Firman tantang kemurahan hati ini kita harus memohon hikmat dan pengertian dari Tuhan. Jangan sampai kemurahan hati yang kita miliki bernilai “konyol”. Artinya kemurahan hati yang salah arah. Misalnya kita tahu yang dihadapan kita atau yang meminta sesuatu adalah orang yang berpura-pura, atau untuk mencobai kita. Tidak perlu kita meladeni yang seperti itu. Maka setiap kali kita hendak mempraktekkan Firman ini harus memohon hikmat Allah, agar jangan sampai kemurahan hati yang kita miliki disalah gunakan, atau dijadikan kesempatan bagi orang-orang jahat dan tidak bertanggung-jawab.

            Kemurahan hati yang kita miliki akan menjadikan kita juga diberi kemurahan oleh Allah. Barang siapa ingin diberi kemurahan oleh Allah maka dia juga harus belajar murah hati.

Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan ( Matius 5:7 )

            Setiap orang yang ingin diberi segala sesuatu oleh Allah maka dia juga harus belajar memberi kepada orang lain. Setiap orang yang ingin melihat mujijat Allah dinyatakan, maka dia juga harus belajar menjadi mujijat untuk orang lain. Misalnya bila seseorang ingin mendapat mujijat yang besar dan maksimal dalam hal berkat, maka sebelumnya dia sendiri harus bisa memberi kepada Pekerjaan Tuhan dalam hal berkat dengan maksimal. Atau lebih mudahnya lagi dia sendiri harus pernah memberi kepada orang lain sehingga orang yang diberi itu merasa mendapat MUJIJAT dari Allah.

            Murah hati adalah salah satu dari sifat Allah. Orang yang ingin dekat kepada Allah harus belajar juga untuk memiliki sifat-sifatNya sekalipun dimulai dari hal-hal yang paling kecil dalam kehidupan kita.

            Prinsip ekonomi mengatakan bahwa dengan berhemat, mengirit orang bisa menjadi kaya. Tapi Prinsip ekonomi surga justru katakan bahwa: Orang yang suka memberi akan diberi kelimpahan oleh Allah. Orang yang memiliki kemurahan hati akan diberi kemurahan oleh Allah. Dunia mengatakan bahwa untuk menjadi kaya harus MENYIMPAN (MENABUNG). Tetapi TUHAN katakan bahwa untuk menjadi kaya maka seseorang harus BANYAK MENABUR. Bukan berarti orang Kristen tidak boleh punya tabungan, deposito yang banyak, itu boleh saja dan sangat baik. Namun terlebih lagi kalau sudah diberkati jangan melupakan berkorban bagi pekerjaan Allah, jangan lupa membantu yang miskin. Sebab dengan begitu dia akan semakin diberkati Allah.

5. KEBENARAN DALAM IBADAH ( MATIUS 6:1-18 )

Ingatlah janganlah kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga ( Matius 6:1 )

            Orang yang tergembala dengan benar harus :beribadah dengan benar juga ( Matius 6: 1-4 ). Setiap kali menjalankan ibadah

            Harus dengan pamrih dan motifasi yang tepat. Jangan sekali-kali beribadah hanya untuk gaya-gaya supaya dilihat orang. Untuk gaya supaya pantas disebut  sebagai orang Kristen, tiap minggu datang beribadah. Namun sesungguhnya hatinya menyimpan dosa-dosa terselubung yang tidak pernah dipertobatkan dan disesali. Tidak pernah ada perubahan karakter hidup, dan buah-buah Roh dalam hidupnya.

            Disebut dalam Matius 6: 2; bahwa orang-orang munafik itu kesukaanya kalau ibadah SHOW : dimuka tempat umum dilorong-lorong jalan. Namun itu hanya gaya-gaya saja, dan Tuhan tidak akan memberi apa-apa kepada orang seperti itu.

            Disebut juga dalam Matius pasal 6:5-15; bahwa orang-orang munafik kalau berdoa juga tidak tulus. Mereka datang dirumah-rumah ibadat besar di tikungan-tikungan jalan raya untuk berdoa dengan maksud sekedar supaya dilihat orang. (gaya dan pamer saja). Padahal hatinya tidak pernah dijamah kasih apalagi mujijat Allah. Mereka mendengar kata-kata mujijat itu hanya seperti dongeng saja tapi mereka sendiri tidak pernah mengalaminya.

            Kalau berdoa juga gaya, bertele-tele, tidak mengena pada sasaran; dari Presiden, sampai tukang sayur disebut semua. Dari urusan pemerintah sampai urusan meja makan yang kosong disebut semua. Wah!,Wah, kelihatannya hebat namun hampa dan kosong dan di surga Tuhan geleng-geleng kepala.

            Dalam Matius 6:16-18; disebutkan bahwa orang munafik itu kalau berpuasa juga cuma gaya-gaya saja: Mukanya dibuat layu, rambut amburadul, jalan sempoyongan. Supaya disanjung orang bahwa hebat puasanya. Baru saja mulai Puasa sudah siap-siap untuk berbuka. ( Pendeknya orang munafik itu hanya membuat Tuhan ketawa saja: “lucu dech” )

            Kita sebagai jemaat yang dikasihi Tuhan harus belajar Beribadah, berdoa, maupun berpuasa dengan benar. Jauhkan sifat-sifat munafik dari kehidupan kita. Kita belajar bersahaja. Berani berperkara dengan Allah maksudnya tidak usah bertendensi supaya dipuji orang. Biar Allah yang menilai kita. Maka kita akan Maju dalam hikmat dan Kuasa Alah, Kita akan menemukan mujijat-mujijatNya yang besar


6.    HUKUM TENTANG HARTA ( Matius 6;19-24 )

“Janganlah kamu mengumpulkan  harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya” ( Matius 6: 19-20 )

Hukum ke enam dari hukum perjanjian Baru adalah hukum sorgawi yang mengatur mengenai harta kekayaan. Bahwa orang Kristen yang beribadah dan tergembala dengan benar akan memiliki prinsip dan pola pikir yang benar mengenai kekayaan. Pola pikir yang benar tentang kekayaan itu terbentuk bila orang Kristen mengutamakan kerajaan Surga.

Orang yang tergembala dengan benar akan memiliki prinsip “mengumpulkan harta di sorga”. Maksudnya bukan berarti orang Kristen tidak boleh bekerja, berbisnis dan sukses. Orang Kristen boleh bahkan sangat baik bila aktif bekerja, berbisnis dan sukses. Tetapi semuanya harus didahului dengan satu niat untuk memuliakan Tuhan.

Mengumpulkan Harta di Surga artinya dengan kekuatan dan kekayaan yang dimilikinya seseorang bisa: menopang pekerjaan Tuhan, bisa membantu saudara-saudara yang lemah dan kekurangan.

Hal mengumpulkan harta ini sering kali disalah artikan sehingga sering ada orang Kristen yang pasif, tidak kreatif (nglokro:jawa).

Orang yang menyalah artikan ayat ini kemudian tidak mau berusaha, tidak mau berikhtiar, hidupnya sangat pasif, tidak pernah ada kreatifitas untuk maju dan berkarya. Dengan berkedok Firman Allah mereka menjadi pemalas-pemalas, katanya yang penting mengumpulkan harta di sorga.

            Tetapi sebetulnya bila direnungkan bagaimana mungkin orang bisa melakukan Firman Allah kalau hidupnya saja kekurangan terus. Bagaimana bisa berkorban? bagaimana Bisa membantu orang lemah? Bila dia tidak pernah berkarya dan tidak dipenuhi dengan berkat-berkat Allah.

            Jadi makna hakiki dari mengumpulkan harta di surga: justru kita harus bekerja keras, penuh kreatifitas Roh supaya hidup bisa diberkati dan kaya secara lahir dan bathin. Dengan demikian kita akan bisa berkorban bagi Pekerjaan Allah, membantu saudara-saudara yang lemah dan kekurangan.


7.    HUKUM YANG MENGATUR TENTANG IMAN (Matius 6:25-34)

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hidupmu dan berkata: apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah ( Matius 6 : 31-32 ).

Orang Kristen yang beribadah dan tergembala dengan benar akan memiliki iman yang hidup dan teguh menghadapi kehidupan ini. Firman Tuhan mengingatkan supaya orang Percaya jangan mudah bingung dan kuatir tentang: makanan, minuman, pakaian.

            Burung-burung saja yang “tidak punya otak”, tidak mengenal cara menabur atau bercocok tanam, tidak mengenal cara menyimpan gandum ( menabung ), mereka bisa makan, minum, mereka ceria menikmati alam raya anugerah Tuhan. Betapa bodohnya manusia bila sampai kuatir tentang; makanan, minuman atau pakaian.

            Ayat-ayat dalam matius 6:25-34 juga mengisyaratkan bahwa orang Kristen harus aktif jangan pasif dalam menyongsong berkat. Burung-burung di udara, mereka bisa makan dan minum karena mereka mau keluar, terbang dan mencari, dan mereka mendapatkannya. Demikian pula orang yang ingin mendapatkan berkat dari Allah Harus AKTIF menyongsong berkat.

Kreatif menciptakan peluang pekerjaan sehingga menghasilkan berkat-berkat. Tuhan katakan yang menjadi contoh adalah burung-burung diudara bukan burung dalam sangkar yang akan mendapat berkat itu. Ini juga mengandung arti setiap orang yang akan diberkati hidupnya, masa depannya sehingga tidak merasakan kekuatiran dalam hidupnya adalah orang-orang yang aktif bekerja menyongsong berkat ( digambarkan dengan burung-burung diudara—bukan burung dalam sangkar ).

            Orang Kristen jangan seperti BURUNG DALAM SANGKAR. Yang hidupnya sangat tergantung dengan majikan. Yang bila majikannya memberi makan dia hidup. Tapi bila majikannya lupa memberi makan maka matilah dia. Demikianlah bila manusia menaruh harapannya kepada manusia atau boss atau siapa saja selain Allah. Maka hidupnya akan seperti burung dalam sangkar, hidupnya diliputi dengan kecemasan.

             Berbeda dengan BURUNG-BURUNG DI UDARA mereka menaruh harap sepenuhnya atas karunia Allah. Mereka ceria menikmati anugerah Tuhan, tidak pernah kuatir tentang hari esok, tentang makanan, minuman, pakaian. Semuanya disediakan di alam raya oleh Tuhan.

            Orang Kristen lebih dari BURUNG-BURUNG DI UDARA. Artinya orang Kristen harus pandai dan aktif menyongsong berkat Tuhan. Jangan bersantai-santai duduk tenang dan tidur nyenyak di dalam sangkar. Tetapi hendaklah mau keluar dan bekerja menyongsong berkat yang sebenarnya telah Tuhan sediakan bagi kita.

            Janganlah orang Kristen menaruh harap dan menggantungkan diri pada manusia atau boss atau apapun selain Allah, karena semuanya itu akan mengecewakan dan membuat kerdil iman manusia. Membuat kuatir tentang makanan, minuman dan pakaian, maupun tentang hari esok. Bahkan itu hanya akan membuat orang seperti “ burung dalam sangkar “.

Orang Kristen LEBIH DARI BURUNG-BURUNG DI UDARA. Lebih percaya akan berkat dari  Allah. Orang Kristen memiliki kreatifitas yang lebih untuk menyongsong berkat- berkat dari Allah. Dan PASTI berkat akan dicurahkan melimpah, mengalahkan segala ketakutan dan rasa kuatir.


8.    HUKUM TENTANG PENGHAKIMAN ( Matius 7;1-5 )

“Janganlah kamu menghakimi supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu” ( Matius 7; 1-2 )

Hukum selanjutnya dari hukum-hukum perjanjian baru adalah hukum yang mengatur masalah penghakiman.

Menyatakan bahwa setiap orang yang beribadah dan tergembala dengan benar akan memiliki sikap mawas diri yang tinggi. Bahwa dia tidak akan mudah menyatakan, menghakimi, memfonis orang lain. Dia akan mengoreksi diri terlebih dahulu sebelum menegur, mengoreksi orang lain.

Contohnya orang yang dengan mudah berkata-kata kasar kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan kata-kata kasar dari orang lain secara tidak terduga-duga. Orang yang biasa kasak-kusuk memfitnah orang, maka dia sendiri juga akan difitnah orang secara tidak terduga. Pendeknya apapun yang ditabur seseorang itu juga yang akan dituainya.

Selanjutnya di dalam Matius 7: 3-5, juga dipermisalkan bahwa orang yang sedang melakukan kesalahan atau berdosa itu ibarat orang yang klilipan ( mata terkena debu atau kotoran ). Orang yang sedang klilipan PASTI tidak akan bisa mengambil klilip ( kotoran pada mata ) pada mata orang lain. Sebelumnya dia sendiri harus membersihkan matanya, atau minta bantuan pada orang lain untuk membersihkan kotoran di matanya. Tentulah orang yang dimintai tolong haruslah orang yang matanya bersih.

            Ini juga mengandung pengertian bahwa orang Kristen yang beribadah dengan benar jangan mudah mengadu/curhat kepada sembarang orang. Bila beban berat menimpa dan memenatkan hati maka jangan curhat atau minta nasehat kepada sembarang orang. Kita harus yakin dulu bahwa orang yang kita ajak curhat atau mintai nasehat adalah orang yang hatinya bersih. Sebab bila seseorang sembarangan curhat dan minta nasehat apalagi kepada orang duniawi maka akan sangat parah akibatnya. Ibarat orang buta minta dituntun oleh orang buta, atau ibarat orang yang klilipan minta tolong orang klilipan, payah sekali.

            Orang yang biasa curhat kepada sembarang orang tidak akan mendapatkan nasehat, rahasia-rahasianya akan diobral, dibongkar sembarangan. Bahkan nantinya menjadi gosip murahan untuk banyak orang. Sebab orang yang diajak curhat belum tentu bisa jaga rahasia, apalagi yang menyangkut rahasia iman.

            Itulah sebabnya maka orang yang beribadah dengan benar akan selalu datang kepada Hamba Tuhan yang Diurapi bila ingin curhat, menyampaikan beban-beban berat yang dihadapinya. Hamba Tuhan yang baik tidak akan pernah membuka rahasia pribadi jemaat-jemaatnya.

            Jangan sekali-sekali mengobral bicara, curhat kepada orang duniawi karena disana tidak ada nasehat. Sebab kadangkala orang duniawi sekalipun dari luar kelihatan baik namun didalamnya bersorak kalau kita mendapatkan kesusahan. Kelihatanya menolong akan tetapi selanjutnya menjerumuskan.

“Jangan kamu memberikan barang yang kudus  kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu”( Matius 7:6)

Rahasia-rahasia pelik, rahasia pribadi, dan rahasia iman adalah ibarat mutiara. Jangan sampai dilemparkan/ dibeberkan kepada semarang orang. Percayakan rahasia-rahasiamu, kesulitan-kesulitan, kepenatan-kepenatan hatimu kepada Hamba Tuhan yang diurapi. Maka engkau akan mendapatkan kelepasan dan kelegaan dari Tempat Yang Maha Tinggi dari Tuhan Yesus Kristus.

9.    HUKUM TENTANG PENGABULAN DOA (Matius 7: 7-11 )

“Mintalah ,maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat; ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta menerima, dan setiap orang yang mencari mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu akan dibukakan” ( Matius 7:7-8 )

Orang yang beribadah dan tergembala dengan benar juga diberi janji oleh Allah bahwa doa-doanya akan dikabulkan.

Tuhan memberikan suatu kepastian dan ketepatan untuk setiap kebutuhan anak-anakNya. Sesuai dengan karakter umatNya Tuhan akan memberi. Meminta maka jodohnya adalah diberi atau pemberian. Mencari maka jodohnya adalah mendapat atau memperolah. Mengetok pintu maka jodohnya adalah dibukakan pintu. Dan bila seorang anak meminta roti maka dia akan mendapatkan Roti.

Demikianlah Tuhan itu memberikan kepastian jaminan terhadap jemaatnya sesuai dengan karakternya.

Bila anakNya memiliki karakter meminta (pasif masih kanak-kanak rohani ) maka Tuhan akan pertemukan dia dengan pemberian-pemberian terindah. Bila anakNya memiliki karakter mencari ( aktif menyongsong berkat Tuhan) maka Tuhan juga akan pertemukan dia dengan berkat-berkat yang semakin besar. Dan bila anakNya memiliki karakter mengetok pintu ( berjuang keras ) maka Tuhan akan melimpahkan pintu-pintu berkatNya secara ajaib.

Tuhan akan memberi sesuai dengan karakter. Anak kecil tidak mungkin diberi pisau karena akan membahayakan.Misalnya orang yang belum siap mentalnya bila diberi kekayaan justru menjauh dari Tuhan. Bila masih miskin tidak punya apa-apa ibadahnya rajin bukan main. Tetapi bila mulai diberi kekayaan sedikit saja sudah melupakan Tuhan, melupakan bapa Rohaninya dan menjadi sombong.

Oleh karena itu kita dari hari ke hari harus bertumbuh secara jasmani dan rohani supaya seimbang. Semakin dewasa rohani kita, maka kita semakin tekun, semakin setia kepada Tuhan. Semakin dewasa rohani maka semakin besar juga berkat yang kita terima.

10. HUKUM TENTANG BUAH-BUAH KEBENARAN ( Matius 7;12-23 )

“’Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?. Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik”( Matius 7 : 16-17 )

Hukum kesepuluh dari hukum-hukum perjanjian baru adalah hukum yang mengatur mengenai cara membedakan antara segala seuatu yang benar dihadapan Tuhan dan segala sesuatu yang tidak benar dihadapan Allah.

Baik sesuatu yang bernilai banar maupun tidak benar akan kita lihat jelas melalui buah-buah yang dihasilkannya. Segala sesuatu yang benar dan datang dari Allah pasti akan selalu ditandai dengan ciri buah-buah kebenaran yaitu :kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan dan penguasaan diri (Galatia 5 : 22-23). Sedangkan segala sesuatu yang tidak berasal dari Allah juga akan ditandai dengan munculnya buah-buah hawa nafsu dan kedagingan:percabulan. Kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan,perselisihan, iri hati, amarah, roh pemecah, kedengkian, kemabukan dan pesta-pora (Galatia 5: 19-21)

Orang yang beribadah dan tergembala dengan benar maka cirinya adalah; Dia akan memiliki kasih dalam hidupnya tidak mudah membenci dan mendendam. Dia akan memiliki suka-cita selalu di dalam mengahadapi keadaan apapun. Saat banyak uang, saat tidak punya uang, saat sehat, saat sakit. Dalam kesemuanya akan selalu merasakan sukacita dari Allah. Orang yang beribadah dengan benar juga akan memiliki damai sejahtera artinya tidak menyukai permusuhan, pertengkaran dan mudah memaafkan. Orang yang ibadahnya benar juga akan ditandai dengan sifatnya yang penyabar, tidak mudah emosi atau marah-marah. Selanjutnya orang yang ibadahnya benar juga akan memiliki kemurahan hati; suka memberikan topangan pada pekerjaan Tuhan, suka membantu yang lemah. Orang yang beribadah dengan benar juga akan memiliki kebaikan hati kepada semua orang. Orang yang beribadah dengan benar juga akan memiliki kesetiaan; setia terhadap penggembalaan, setia terhadap keluarga, setia kepada Allah. Orang yang beribadah dengan benar akan memiliki sifat lemah-lembut, tidak brangasan. Orang yang beribadah dengan benar juga akan mampu menguasai diri ;artinya mampu mengendalikan seluruh anggota tubuhnya untuk hal-hal mulia dan kudus.

            Itulah ciri dan buah yang menandakan bahwa seseorang itu berada di pihak Allah dan berada pada kebenaran sejati.

            Selanjutnya ada juga ciri yang menandakan bahwa seseorang itu barada pada jalur yang salah dan tidak dipihak Tuhan. Siapapun dia, baik itu orang pada umumnya atau jemaat, atau penatua jemaat bahkan pendeta sekalipun akan tetapi kalau dalam hidupnya ada tanda atau ciri ini maka dia berada pada jalur yang salah.

Ciri itu antara lain: Percabulan; orang yang mengaku beribadah atau orang Kristen tetapi bila masih menyukai percabulan dia tidak berada di pihak Allah. Kecemaran; siapapun dia bila masih menyukai kecemaran hidup tidak kudus kata-katanya tidak senonoh dia tidak berada di pihak Allah. Hawa nafsu; siapapun orangnya yang mengumbar hawa nafsu kedagingan maka dia juga tidak berada pada jalan kebenaran. Penyembahan berhala; Siapapun dia yang masih suka memberhalakan harta, memberhalakan perasaan, dia tidak di pihak Allah. Sihir ;Siapapun orangnya yang masih suka diam-diam datang kepada tukang sihir, tukang tenung, dukun untuk minta bantuan maka mereka tidak berada di jalan kebenaran.

Perseteruan: Siapapun orangnya apabila masih suka permusuhan, perseteruan, hatinya akan menjadi gelap dan dia tidak berada di pihak Allah. Perselisihan: Orang yang sukanya mencari-cari masalah, berdebat, berselisih tidak berada di pihak Tuhan. Iri hati ;Siapapun orangnya yang suka iri hati/dengki susah kalau orang lain diberkati dan senang bila orang lain celaka maka dia tidak berada di pihak Tuhan. Amarah; siapapun orangnya yang suka emosian, marah-marah terus maka dia tidak berada di pihak Allah. Kepentingan diri sendiri; siapapun orangnya yang egois mementingkan diri sendiri tidak mau berbagi kepada orang lain, dia tidak berada pada jalur kebenaran. Percideraan; siapapun orangnya yang suka menciderai janji/ ingkar janji, melukai persaudaraan maka dia tidak berada dalam jalur yang benar. Roh Pemecah: Siapapun orangnya yang menyukai kasak-kusuk, mencari-cari soal untuk memecah belah kesatuan persekutuan jemaat maka dia tidak berada di pihak Tuhan.  Kemabukan; Siapapun bila menyukai kamabukan terus menerus dan tidak insyaf, dia tidak berada pada jalur kebenaran. Pesta pora; Siapapun orangnya yang suka menghambur-hamburkan harta untuk menyenangkan keinginan daging ( pesta pora ) dia tidak berada di pihak Allah.

            Jadi segala sesuatu yang baik, benar dan kudus dan yang berasal dari Allah akan selalu ditandai dengan buah-buah Roh

( Galatia 5:22-23 ).   Selanjutnya segala macam perbuatan hawa nafsu daging  dan buah yang negatif kita hindari. Kita jaga Tubuh kita yang merupakan karunia indah dari Tuhan.

            Kemudian Tuhan akan membukakan mata hati kita untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah. Sekalipun kelihatanya indah dan gemerlap tetapi kalau itu istananya Hesrodes janganlah kita mendekat kepadanya. Tetapi sekalipun kecil kalau itu adalah Kandang Bethlehem tempat Sang Sabda dilahirkan marilah kita mendekat dan bersekutu denganNya.

 ******catatan : BILA ADA SATU TEGURAN TUHAN YANG MELIPUTI 10 HAL PENTING TERSEBUT BIASANYA AKAN ADA GANGGUAN PADA JARI-JARI KITA...(Perlu kepekaan untuk melihat hal-hal ini)------manajemen tubuh sebagai Bait Suci

Tidak ada komentar:

Posting Komentar