Senin, 09 April 2012


Dalam Lindungan YANG MAHA TINGGI

oleh : Pdt Peter BS

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Maha Tinggi dan bermalam dalam naungan Yang Maha Kuasa akan berkata kepada TUHAN:”Tempat pelindunganku dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai”. (Mazmur 91:1-2)

            Duduk dalam lindungan Yang Maha Tinggi, adalah orang yang Beribadah kepada Allah dengan benar. Orang yang beribadah dengan benar adalah orang-orang yang dilindungi Allah.

            Mungkin orang bisa melindungi rumah, dan hartanya dengan tembok yang tebal dan tinggi. Tetapi itupun sia-sia bila tidak dalam lindungan Allah. Mungkin orang bisa menyimpan hartanya rapat-rapat dalam brangkas tujuh lapis, atau dalam rekening tersembunyi namun itupun akan bobol kalau tidak dalam lindungan Allah. Orang juga bisa berlindung dari terik matahari dan hujan dalam mobil yang mewah, namun kenyamanan itupun akan sirna bila tidak dalam lindungan Allah. Bahkan orang juga bisa membentengi kesehatan dirinya dengan ilmu-ilmu kesehatan dan ilmu-ilmu kedokteran yang super canggih, namun itu juga sia-sia jika tidak berada dalam lindungan Allah.

            Banyak orang yang rumahnya berpagar tinggi namun tetap bisa dibobol penjahat. Banyak orang yang menimbun harta dalam secara rapi dan sangat tersembunyi, namun itupun akan jebol karena menghadapi masalah-masalah dan pencobaan-pencobaan yang tak terduga.

Banyak orang yang merasa nyaman dan terlindung saat dia berada dalam mobil mewahnya. Namun itupun bisa berubah menjadi bencana seketika, bila tidak dilindungi Tuhan. Banyak orang yang pandai dengan ilmu kedokteran hingga menyendang gelar Profesor, Doktor, dokter dan sebagainya. Namun ketika dokter itu sendiri sakit diapun akan bergantung pada Allah sepenuhnya. Belum tentu seorang ahli jantung ( cardiologist ) mampu menyembuhkan sakit jantung bila dia sendiri yang terkena. Belum tentu seorang specialis paru mampu menyembuhkan kanker paru bila dia sendiri yang mengalaminya.

Manusia sebetulnya sering merasa gagah/hebat karena belum pernah mengalami ujian atau pencobaan yang besar. Pada saat seseorang mengalami ujian besar, dia akan tahu bahwa Allah- adalah sumber segala kekuatan. Tak ada lagi yang bisa diharapkan selain Allah.

Dan satu sarana untuk mendapatkan perlindungan Yang Maha Tinggi adalah dengan DUDUK BERIBADAH dengan benar. Mulai melatih diri dan mendisiplinkan diri beribadah dan tergembala dengan benar.

“latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal”( 1 Timotis 4:7-8)

Kalau dikoreksi lebih mendalam sebenarnya orang-orang yang sering mendapatkan musibah dan bencana, kebanyakan adalah mereka yang tidak sungguh-sungguh beribadah dengan benar. Kadangkala beribadah dengan motifasi yang salah. Kadangkala beribadah juga namun tidak memahami makna ibadah dan penggembalaan yang sesungguhnya.

Padahal bila kita memahami hakekat ibadah dan  penggembalaan, berani mengambil sikap tegas untuk tidak terhanyut terhadap kebiasaan duniawi. Kita akan betul-betul meraih mujijat Allah.

“Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai”

Bermalam dalam naungan yang Maha Kuasa, artinya adalah orang yang memiliki ketenangan sikap karena didasari rasa PERCAYA KEPADA ALLAH.

            Ini digambarkan sebagai orang yang bermalam (tidur). Orang yang tidur adalah orang yang, tenang, tidak memiliki nafsu-nafsu jahat.

            Sekalipun Perampok sadis, pembunuh berdarah dingin, raja tega, namun kalau LAGI TIDUR hilanglah nafsu-nafsu jahatnya itu. Mana ada orang tidur ngelindur bangun dan merampok. Mana ada orang tidur terangsang nafsu syahwatnya sekalipun didekatnya ada goyang ngebornya si “inul”. Mana ada orang tidur terangsang nafsu makannya ketika didekatnya ada sate atau makanan yang enak-enak.

            Jadi bermalam dalam naungan yang Maha Kuasa adalah orang-orang yang memiliki penyerahan total kepada Allah. Bersikap tenang dalam menghadapi segala sesuatu karena rasa percayanya kepada Allah.

            Allah tidak suka dengan orang yang mudah panik (gupuh), sedikit-sedikit bingung. Allah tidak suka orang yang karena panik/ habis pikir kemudian kehilangan akal sehat kemudian melakukan hal-hal buruk. Bingung karena ekonomi kemudian mengambil jalan pintas: mencuri, merampok, menipu, menjual narkoba, menjual diri atau melakukan pekerjaan-pekerjaan yang rendah dan nista.

            Kalau sedang panik tertekan ekonomi, bekerjalah dengan cara Allah: Malam sembahyang, siang bekerja keras segala pekerjaan yang positif. Maka pertolongan Allah akan datang.

            Saudara pernah melihat para pendekar silat yang berilmu tinggi: Sikapnya sangat tenang sekalipun ditengah-tengah keributan.

            Demikian pula orang yang Berilmu Tinggi di dalam Tuhan, mereka akan memiliki ketenangan dan penyerahan kepada Tuhan, bahkan saking tenangnya digambarkan seperti orang yang bermalam (tidur). Tapi justru orang-orang inilah yang akan memperoleh BERKAT dan KEMENANGAN:

“Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah sebab IA MEMBERIKANNYA KEPADA YANG DICINTAI-NYA PADA WAKTU TIDUR”
 ( Mazmur 127:2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar